Pemimpin Pilihan Saya Di Pemilu 2024

Pengantar Sebelumnya, saya telah membuat tulisan tentang kriteria memilih pemimpin di Pemilu 2024. Tulisan ini ditujukan kepada saya sendiri. Entah apakah ada pembaca yang membaca tulisan saya karena saya sama sekali tidak memasang fitur pelacak (analytics) untuk mengetahui berapa jumlah pembaca yang membaca tulisan-tulisan saya. Semua tulisan yang ada di blog ini adalah hasil dari pertentangan batin antara saya dengan dunia, hasil stres saya yang mesti dituangkan dalam bentuk tulisan. Bila kamu sedang stres dan kamu sulit menceritakannya kepada siapapun secara lisan maka tulisan adalah jalan terakhir untuk menuangkan stres kamu. Dari tulisanlah, kamu akan belajar menuangkan kata demi kata, mengganti kata demi kata, hingga kerangka berpikirmu terstruktur rapi. ...

Februari 14, 2024 · 9 menit · Kresna Satya

Kriteria Memilih Pemimpin di Pemilu 2024

Pemilu di Indonesia akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024. Tanggal itu bertepatan dengan hari Valentine. Saya bergurau ke beberapa teman bahwa hari itu adalah hari menyatakan cinta kepada salah satu paslon (pasangan calon) presiden dan wakil presiden. Cinta ini bukan dalam arti seksual, melainkan cinta saya dan diaspora terhadap negara Indonesia. Saya tidak tahu apa alasan KPU memilih tanggal 14 Februari sebagai hari Pemilu. Ada dua peristiwa penting yang membuat saya prihatin terhadap situasi politik pemilu 2024. Pertama, peristiwa tabrak konstitusi di Mahkamah Konstitusi pada akhir bulan Oktober 2023. Kedua, peristiwa debat cawapres bagian kedua pada tanggal 21 Januari 2024 yang diselenggarakan oleh KPU. Saat itu, cawapres nomor urut 2 menunjukkan sikap tidak beradab dalam berdebat kepada cawapres nomor urut 1 dan 3. Ia menganggap bahwa debat adalah ajang mempertontonkan gaya agar terlihat keren dan benar-benar merendahkan lawan debat. Istilah “Bajingan Biadab” adalah hal yang bisa mewakili kekesalan saya terhadap sikapnya yang tidak menjaga marwah dalam berdebat. Apakah ia sudah berpikir berulang kali bahwa sikapnya akan ditonton oleh anak-anaknya? Saya khawatir bila anak-anaknya meniru sikap orang tuanya yang tidak beradab dalam berdebat dan menganggap sikap tersebut adalah sikap yang benar. ...

Januari 28, 2024 · 3 menit · Kresna Satya

Teman Saat Melamun

Sekarang, saat makan maka temannya adalah layar digital. Entah itu layar dari ponsel pintar, jam pintar, dan tablet. Saat sedang buang air besar di kamar mandi maka temannya juga layar digital. Saat sendirian untuk menunggu sesuatu atau menghabiskan waktu maka temannya juga layar digital. Saya mengalami semua hal di atas dan melihat layar digital itu cukup menyenangkan untuk menjadi teman melamun. Tetapi, saya pikir mengandalkan layar digital sebagai teman melamun bukanlah tindakan yang tepat. Alasannya ada dua yaitu posisi kita cenderung menunduk saat melihat layar digital dan radiasi yang dihasilkan dari layar digital tidak bagus untuk tubuh kita. Saya mencoba menggantinya dengan buku bacaan atau mendengarkan siniar (podcast) atau lagu sebagai teman melamun. Hasilnya baik khususnya saya tidak terpapar radiasi dari layar digital. ...

Oktober 8, 2023 · 1 menit · Kresna Satya

Bangga Tinggal Di Indonesia

Beberapa kali saya pernah berpikir bahwa rasanya jauh lebih nyaman tinggal di luar negeri dibandingkan Indonesia. Namun, sekarang pikiran saya berubah. Saya berpikir bahwa masih lebih nyaman tinggal di Indonesia. Saya berharap pemikiran ini tidak salah. Saya akui bahwa di luar negeri khususnya negara maju, hampir 60 sampai 80 persen beberapa aspek telah tertata rapi. Mulai dari birokrasi, hukum, tata kelola, kebersihan dan peduli pada lingkungan yang mana jauh lebih baik dibandingkan Indonesia. Saya ambil contoh di kawasan Asia seperti Singapura, Korea, dan Jepang. Tapi, itu semua adalah apa yang saya lihat di media sosial dan YouTube. Saya belum pernah merasakannya secara langsung. Bila saya mengalaminya, mungkin saya akan mengalami gegar budaya (culter shock). ...

September 24, 2023 · 2 menit · Kresna Satya

Hikmah Pandemi

Pandemi Covid-19 terjadi di akhir tahun 2019. Seingat saya, Pemerintah Indonesia mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai bulan Maret 2020. Saya ingat waktu sehari setelah Nyepi di tahun 2020 semestinya kami yang tinggal di Bali sudah bisa beraktivitas ke sana sini. Namun, pecalang mengunjungi ke setiap rumah dan mengatakan bahwa kami tidak boleh ke mana-mana. Mungkin itu karena situasi pandemi. Tempat kerja saya juga menerapkan kebijakan kerja dari rumah dalam waktu yang cukup lama saat itu dan saya diberikan piket ke kantor satu sampai tiga kali dalam seminggu. Situasi di kantor saat itu sepi sekali. Maksimal hanya 10 orang di kantor dan itu pun di ruangan yang terpisah-pisah. Jika ada yang terkena virus maka kami diminta untuk isolasi mandiri dan dibebastugaskan dari pekerjaan kantor hingga dinyatakan sehat. ...

September 17, 2023 · 5 menit · Kresna Satya