“Tuhan itu adalah dalang dan manusia itu wayang. Jadi, sebagai wayang maka jalani hidup seperti yang diperintahkan dalang.”

Entah pernyataannya seperti itu atau bukan atau mungkin ada yang serupa itu pernyataannya. Pokoknya kata kuncinya ada pada “manusia adalah wayang” dan “Tuhan adalah dalang”.

Pernyataan di atas adalah sebuah titik terendah, memalukan dan menyedihkan bagi saya sebagai seorang manusia. Manusia adalah makhluk hidup, memiliki akal dan hati nurani. Sedangkan wayang adalah benda mati yang tidak memiliki akal dan hati nurani.

Manusia bergerak atas keinginannya sendiri dan wayang bergerak atas keinginan dalang.

Akhir-akhir ini saya dihadapkan dengan pernyataan di atas terkait kita adalah manusia adalah wayang yang merupakan ciptaan Tuhan sebagai dalang maka biarkan kita bergerak sesuai keinginan dalang. Tapi, saya tidak berpikir demikian.

Saya berpikir manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup dengan akal dan hati nurani. Entah manusia itu mau berbuat baik atau jahat itu adalah urusan manusia itu sendiri bukan Tuhan. Kenapa? Karena akal dan hati nurani manusia itu sendiri.

Saya bersyukur terlahir sebagai manusia, makhluk hidup yang memiliki akal dan hati nurani. Saya bersyukur bisa hidup sampai saat ini sehingga saya bisa menulis tulisan ini. Yang saya bisa lakukan sekarang adalah melakukan yang terbaik bagi saya sendiri.