Jawabannya saat iPhone menggunakan USB Type-C sebagai pengisi daya baterai dan saya sudah punya uang untuk membeli iPhone. Sekilas cerita, produk pertama Apple yang saya miliki adalah MacBook bukan iPhone.

Sekitar tahun 2016, saya melihat sebagian software developer yang saya ikuti di Twitter memakai MacBook dengan sistem operasi macOS. Mereka menyukai kemudahan yang dibawakan oleh macOS salah satunya menginstal software dan tools menggunakan Terminal dan Homebrew. Itulah yang membuat saya berniat untuk mengumpulkan uang untuk membeli MacBook.

Di tahun 2017, saya berhasil membeli MacBook Pro dengan prosesor Intel dan beralih ke MacBook Air di tahun 2021 dengan prosesor Apple Silicon M1. Secara keseluruhan saya puas dengan MacBook dan macOS yang disediakan oleh Apple. Di pertengahan tahun 2021 saya membeli iPad Pro dengan prosesor Apple Silicon M1 beserta alat-alat lainnya seperti Apple Pencil dan Apple Magic Keyboard.

Hingga di suatu momen saya berpikir “Apa tidak sekalian coba punya iPhone karena sudah punya MacBook dan iPad? Sekalian nyemplung ke ekosistem Apple.” Saya ingin sekali tetapi saya menunggu Apple merilis resmi iPhone dengan USB Type-C. Karena, sekarang mayoritas perangkat pintar yang kita punya didominasi oleh USB Type-C.

HP yang saya gunakan saat ini adalah Google Pixel 3 yang dibeli pada September 2019. Walaupun sekarang sudah kempot-kempotan. Dari segi kamera, saya sedikit khawatir karena sensor fokus kamera Google Pixel 3 ini sekarang bergoyang-goyang. Entah karena akibat dulu menggunakannya untuk bermain Genshin Impact atau upgrade software Android.

Jadi, kalau ditanya kapan beli iPhone jawabannya saat Apple menggunakan USB Type-C di iPhone dan saat saya sudah punya uang untuk membelinya. Ha ha ha ha ha.