Kesehatan adalah yang utama. Perkataan seperti ini sering saya atau Anda dengar tetapi kadang kita menyepelekannya. Ada tiga kejadian yang membuat saya semakin fokus investasi pada kesehatan antara lain:

  1. Bapak saya tiada karena komplikasi hingga divonis kena Covid-19 di Februari 2021.
  2. Kondisi saya sempat parah di akhir tahun 2021 karena membagi pikiran antara kerja sambil kuliah online dengan nilai bagus serta memikirkan keuangan rumah semenjak ditinggal bapak karena bapak hanya meninggalkan rumah dan asuransi jiwa yang jumlahnya sedikit. Untungnya tidak meninggalkan hutang!
  3. Perkataan dari Ade Rai yang kira-kira seperti ini “Sungguh disayangkan kita sangat pintar terhadap mengelola keuangan tetapi kita sangat tidak pintar terhadap mengelola kesehatan kita”.

Dari tiga kejadian di atas saya memutuskan dan sudah melaksanakan investasi kesehatan. Investasi saya lakukan dengan menyisihkan uang dari gaji saya untuk membeli jamu dan terapi serta diiringi dengan olahraga kardio (jantung) dan saat ini olahraga otot dan rangka.

Contoh olahraga kardio (jantung) antara lain lari, bulutangkis, sepakbola dan lain-lain. Contoh olahraga otot dan rangka push up, sit up, squad, dan lain-lain.

Olahraga kardio sudah saya lakukan yakni dengan jogging (?), jalan santai (?) atau lari (?) sebesar 4.5 km yang dilakukan bersama teman-teman kantor setiap Selasa. Lalu, olahraga bulutangkis dilakukan bersama teman-teman kantor setiap Jum’at. Kegiatan ini saya mulai ikuti sejak awal Mei tahun 2022.

Saya mendapat pencerahan dari video Ade Rai betapa pentingnya juga olahraga otot dan rangka apalagi seiring bertambahnya usia. Sehingga, saya juga menambah olahraga otot dan rangka seperti push up sejak minggu awal Agustus 2022. Ya pagi 10 kali, sore 10 kali seperti saran dari teman saya, Rio. Setelah itu, kalau sudah terbiasa dalam artian 10 kali masih kurang barulah dinaikkan lagi jumlahnya.

Selain sehat secara fisik, saya juga belajar sehat secara mental seperti tidak mau ambil pusing menambah “keran” penghasilan untuk menambah uang dapur keluarga atau kebutuhan tersier pribadi. Alasannya, saya tidak bisa melakukannya untuk sekarang. Saya saat ini masih bekerja kemudian masih kuliah secara online. Walaupun, kuliah secara online di Binus (D3 - S1) ada waktu kosong yang masih bisa didapatkan cuma kalau saya isi dengan kegiatan menambah “keran” penghasilan maka saya tidak ada waktu untuk bersantai.

Bukannya saya tidak mau menambah “keran” penghasilan. Saya mau! Tetapi seperti yang saya utarakan di atas, saya belum bisa untuk sekarang. Saya juga tidak mau menjadi budak dari pikiran yang tidak sehat terhadap uang!

Memang saya cukup iri dan sekaligus senang dengan beberapa teman yang bisa membagi waktu antara kuliah, kerja dan menambah “keran” penghasilan ya walaupun saya tidak pernah diajak. Hihihihihi. Tetapi, saya yakin pasti ada tujuan kenapa saya tidak bisa seperti mereka dan pasti ada hikmah yang bisa saya dapatkan. Mungkin salah satunya adalah saya bisa bersantai. :)

Kembali ke topik kesehatan. Waktu dulu saya sering sakit-sakitan dan sakit yang sering dialami adalah maag. Pernah suatu ketika (waktu itu) saya menggerutu apakah bisa sakit saya bukan sakit maag tetapi sakit yang ringan-ringan saja? Ternyata, sakit disebabkan oleh perilaku diri kita sendiri dan dari apa yang kita makan dan minum.

Bicara soal sakit, saya baru tahu ternyata seorang Ade Rai tidak pernah sakit (parah mungkin) selama 50 tahun lebih. Karena beliau sangat peduli pada tubuh dan pikirannya serta fokus pada namanya kesehatan! Kalau Ade Rai sebagai contoh nyata tidak pernah sakit (parah) benar-benar ada, berarti ada banyak Ade Rai di luar sana yang seperti itu. Berarti pula, saya dan Anda memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa menjadi sehat seperti Ade Rai!