Hari Jum’at lalu, saya mencoba web framework Front-End yakni Angular. Yang pertama kali saya lakukan adalah menuju website angular.io dan ke halaman Try It. Di halaman tersebut disediakan tutorial mengenalkan Angular dengan studi kasus membuat mini e-commerce yang isinya daftar katalog produk, shopping cart dan form check-out. Tutorial ini diarahkan ke website StackBlitz dan tidak meminta saya untuk menginstal Angular CLI dan lain-lain di komputer lokal saya.

Angular menggunakan TypeScript sebagai andalan utama bagi yang menggunakan framework Angular.

Menurut saya ini bagus untuk siapapun termasuk saya yang ingin berkenalan dengan Angular. Setelah dicoba selama 1 jam an, saya masih belum terbiasa dengan tanda [] kurung siku yang fungsinya untuk binding atau menerima input, tanda () kurung yang fungsinya menerima event listener, konsep Dependency Injection, Decorator, Service, dan pemisahan file HTML dan JS dan CSS di Angular per component.

Yang paling saya tekankan di sini dan terasa menyebalkan di Angular adalah tanda [] dan (). Kenapa tidak pukul rata saja menggunakan tanda : titik dua seperti framework Vue atau Svelte untuk binding dan menerima event listener?

Setelah mencoba tutorial dari website Angular, saya sempat bingung untuk mengulang tutorial Angular tetapi di tempat lain selain situs resmi Angular. Akhirnya, saya menemukan tutorial Build Your First Angular App dari Scrimba dan penjelasannya sejauh ini mudah dimengerti. Kalau saya berhasil menyelesaikan tutorial tersebut sepertinya saya semakin mengerti tentang cara kerja Angular.

Oh iya, dengar-dengar dari teman-teman yang sudah terbiasa pakai Angular mereka menganjurkan pakai NestJS sebagai backend framework untuk Angular karena berbagi konsep yang sama dan NestJS juga menggunakan TypeScript. Lalu, kalau orang dengan latar belakang pemrograman Java atau .Net dikatakan cepat mengerti dengan Angular.

Satu lagi yang bikin saya kurang nyaman dengan Angular yaitu rata-rata pakai SCSS atau SASS untuk styling website. Kenapa tidak pakai CSS saja ya? Saya adalah orang yang tidak nyaman menggunakan SCSS atau SASS.