Saya dinyatakan positif COVID-19 pada tanggal 3 Maret 2021 setelah menjalani 2 kali tes swab. Berikut kronologinya:

  • Tanggal 5 Maret 2021, kemampuan indera penciuman saya menurun.
  • Tanggal 6 Maret 2021, kemampuan indera penciuman tidak berfungsi.
  • Tanggal 15 Maret 2021, indera penciuman sudah berangsur pulih.
  • Tanggal 18 Maret 2021, saya menjalani tes swab antigen dan 2 - 3 jam kemudian dinyatakan negatif.
  • Tanggal 21 Maret 2021, indera penciuman saya sudah berfungsi seperti semula.

Yang saya lakukan saat terkena COVID-19 adalah:

  • Melakukan isolasi mandiri di rumah dengan kamar terpisah dari ibu dan kedua adik saya.
  • Melakukan terapi uap air hangat minyak kayu putih 2 sampai 3 kali dalam sehari.
  • Mengkonsumsi obat mengandung kadar vitamin C (Holisticare) sebanyak 2 kali dalam sehari.
  • Berjemur di halaman rumah saat sinar matahari ada. Saya melakukannya pada sekitar jam 8 pagi sampai jam 8.30 pagi.
  • Melakukan senam ringan dan istirahat yang cukup.
  • Membuat hati nyaman dan senang dengan nonton kartun atau main game. ๐Ÿ˜

Kenapa kamu bisa terkena COVID-19?

Saya terkena COVID-19 dari bapak (almarhum). Bapak meninggal pada pagi hari tanggal 26 Februari karena komplikasi dan malam hari hasil tes swab PCR menyatakan bahwa bapak positif COVID-19.

2 hari sebelum bapak tiada kondisi saya sempat drop karena melihat kondisi bapak yang sangat susah payah berjuang melawan sakitnya. Saya pikir kondisi saya yang drop ini menjadi pemicu virus tersebut masuk ke tubuh saya.

Saya bersyukur ibu dan kedua adik saya tidak terkena virus tersebut. ๐Ÿ™๐Ÿป

Ibu dan adik kedua sudah di vaksin 1 pada akhir April dan vaksin 2 awal Juni. Adik bungsu sudah di vaksin 1 pada pertengahan Mei. Saya sudah di vaksin 1 pada awal Juni.

Kami sama-sama mendapatkan jenis vaksin Astrazeneca yang mana di awal memberikan efek samping seperti demam, mual, nyeri serta cepat lelah selama beberapa hari.

Namun, itu adalah pertanda bahwa vaksin bekerja kan?