Sangkalan: tulisan ini murni dari pandangan saya dan tidak mencerminkan atasan serta rekan kerja di USDI serta Universitas Udayana.

Saya mulai bekerja di Universitas Udayana (Unud) pada bulan April 2017. Saya ditempatkan di sebuah unit bernama Unit Sumber Daya Informasi, disingkat USDI. Profesi saya di USDI adalah seorang programmer di platform web. Saat tulisan ini dibuat maka sudah 5 tahun lebih saya bekerja di sini. Saya ingin berbagi pandangan saya tentang bekerja di instansi pemerintah dan perguruan tinggi negeri.

Jabatan

Di USDI, level jabatan programmer dibagi menjadi 5 antara lain:

  • Level 1 programmer utama
  • Level 2 programmer madya
  • Level 3 programmer muda
  • Level 4 programmer pertama
  • Level 5 programmer pelaksana

Semakin kecil levelnya maka semakin tinggi jabatan dan gaji per bulannya.

Budaya Kerja

USDI merupakan unit bagian dari Unud dan terdapat beberapa tugas yang merupakan cermin dari sub-sub bagian yang ada di USDI:

  • Sub bagian Infrastruktur Jaringan. Tugasnya untuk manajemen infrastruktur jaringan internet dan manajemen server untuk kebutuhan sistem.
  • Sub bagian Pengembangan dan Integrasi Sistem. Tugasnya untuk mengembangkan sistem umumnya perangkat lunak dalam bentuk modul atau sub modul sistem, mengintegrasikan sistem dengan sistem internal dan eksternal (pihak ketiga).
  • Sub bagian Layanan. Tugasnya untuk melayani kebutuhan dan keluhan entitas Unud mulai dari mahasiswa, dosen, dan pegawai terkait sistem yang dikerjakan oleh USDI.
  • Sub bagian Tata Usaha. Tugasnya melakukan tata usaha di USDI.
  • Sub bagian Data dan Statistik. Tugasnya untuk menyajikan data dan statistik yang dibutuhkan untuk entitas Unud.

Walaupun saya tidak hafal secara detail tugas-tugasnya apa saja tetapi secara garis besar itulah yang saya tahu. Kali ini saya akan bercerita pengalaman saya bekerja di sub bagian Pengembangan dan Integrasi Sistem.

Di sub ini, terdapat dua atasan yang mana profesi utamanya adalah dosen. Beralih ke urusan absensi, bila tidak bisa bekerja di kantor karena ijin atau sakit cukup lapor ke salah satu dari dua atasan via Telegram. Umumnya selalu diberikan dan tidak berbelit-belit.

Kecuali, di kasus-kasus tertentu atasan membutuhkan saya untuk hadir diskusi atau rapat di hari tertentu dan di hari itu saya berhalangan hadir maka ada dua pilihan. Pertama, saya pindah hari untuk ijin. Kedua, diskusi atau rapat dipindah harinya.

Konsekuensi yang diperoleh jika tidak kerja di kantor adalah tunjangan uang makan dipotong. Perlu diketahui bahwa di Unud saya sebagai pegawai kontrak mendapatkan tunjangan dalam bentuk gaji dan uang makan. Nilai gaji selalu tetap sesuai level jabatan dan tidak dipotong. Nilai uang makan relatif mengikuti kehadiran.

Berikutnya urusan bekerja, belum ada kebijakan tertulis dalam bentuk dokumen yang dibuat terkait bahasa pemrograman, framework, perkakas, dan standar gaya kode. Yang ada hanyalah kebijakan lisan. :(

Saat ini pengembangan perangkat lunak yang sudah berjalan menggunakan bahasa pemrograman dan framework berikut:

  • HTML, CSS, JavaScript, PHP, Dart
  • Laravel, CodeIgniter, CakePHP, Flutter

Perkakas-perkakas yang kami gunakan antara lain:

  • Version control system memakai Git dan disimpan di self-hosted GitLab.
  • Variasi deployment beragam. Ada yang pakai FTP, Git webhook, dan CI/CD GitLab.
  • Teks editor: VS Code, Sublime, dan Notepad++.
  • Development: Laragon, Docker + Traefik, dan XAMPP.

Dengan adanya heterogen seperti di atas dan belum ada kebijakan tertulis kadang membuat saya tidak nyaman. Ditambah dengan belum ada standar gaya kode alias code style guide menambah ketidaknyamanan saya dalam bekerja.

Mengapa standar gaya kode penting?

Pelaporan Kinerja

Ada dua cara saya melaporkan kinerja:

  1. Atasan sub bagian Pengembangan dan Integrasi Sistem. Laporan bisa dalam bentuk lisan (rapat) atau tulisan (catatan).

  2. Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

Khusus untuk SKP, terdapat banyak perbedaan dari apa yang tertulis di Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) setiap jabatan dengan realita pekerjaan yang kami lakukan. Tentu secara realita saya tetap melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan pengembangan perangkat lunak namun sangat sulit bagi saya untuk melaporkan di SKP karena kategori yang saya cari banyak yang tidak sesuai. :(

Kritik dan Saran

  1. Nama dan tugas-tugas yang ada di jabatan dimodifikasi menjadi sesuatu yang keren agar memotivasi saya dan rekan-rekan kerja lainnya. Mungkin bisa meniru Basecamp.

  2. Membuat kebijakan tertulis dalam bentuk dokumentasi tentang bahasa pemrograman, framework, perkakas, teks editor, dan standar gaya kode yang digunakan di USDI. Ini berguna untuk memudahkan komunikasi antar rekan kerja karena sudah diseragamkan. Usul pribadi untuk framework web server side mohon menggunakan Laravel untuk sistem yang sifatnya kustomisasi dan WordPress untuk Content Management System.

  3. Penyesuaian SKP mengikuti tugas-tugas yang ada di jabatan (poin 1).

Penutup

Sejauh ini saya bersyukur bekerja di instansi pemerintah dalam konteks ini perguruan tinggi negeri terlepas dari kekurangan yang masih bisa diperbaiki.

Perlu diingat bahwa tidak semua perguruan tinggi negeri sama seperti saya ceritakan di atas dan ini semua adalah murni opini dan pandangan saya selama bekerja di USDI.