Jalan Buntu
Saat ini, saya berada dalam fase “jalan buntu”. Saya memikirkan beberapa hal yang krusial untuk masa depan saya. Pertama, karir pekerjaan saya. Saya menyukai profesi programmer. Profesi ini membuat saya fokus dan tetap penasaran bagaimana perangkat lunak bekerja dan bagaimana agar perangkat lunak itu tetap stabil, cepat, dan ringan. Usia saya masih cukup untuk melakukan aktivitas pemrograman bahkan saya masih yakin sampai tua masih tetap melakukannya. Namun, hal yang saya khawatirkan adalah apakah saya bisa memperoleh penghasilan lebih besar dari yang saya dapatkan sekarang melalui profesi yang saya sukai ini? Kebutuhan dan keinginan saya meningkat, saya dan adik bungsu masih membantu biaya uang dapur untuk keluarga. Bapak sudah tiada, tidak ada menyisakan warisan apapun selain rumah beserta isinya, dan syukurnya tidak meninggalkan hutang material. Saya masih membantu membayar listrik, air, dan internet. Jika ditotal dengan biaya uang dapur, itu sudah menghabiskan 50 persen dari pendapatan tetap saya sebagai seorang programmer di Indonesia. ...